Abdul Malik bin Marwan pernah berkhutbah pada suatu hari. Ketika ia sampai pada isi
petuahnya, tiba-tiba seorang lelaki bangkit dan berkata, "Sebentar, kalian
selalu menyuruh namun tidak pernah mengerjakannya. Kalian sering pula melarang, namun kalian
sendiri tidak mematuhinya. Apakah kami harus meneladani kepribadian kalian, ataukah harus mengikuti ucapan lidah kalian? Jika kami harus meneladani
kepribadian kalian, maka dimana, bagaimana dan apa buktinya? Jika kalian
berkata ikutilah ucapan kami, maka bagaimana seseorang yang menipu dirinya
sendiri bisa menasehati orang lain? Bagaimana mungkin ada kewajiban untuk taat kepada pada orang yang tidak dijamin kebenaran kata-katanya?
(Nasihat Al Muluk, Imam Al Mawardi)












