"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ..."

Optimisme di Tengah Badai


Tadabbur Surah At Taubah ayat 51

قُلْ لَنْ يُصِيبَنا إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنا هُوَ مَوْلانا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (51)
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”

Ada empat kata kunci ketenangan dalam ayat yang ringkas ini. Empat kata yang menyemai benih-benih optimisme di tengah badai wabah dan musibah yang tengah terjadi akhir-akhir ini.
Share:

Serba Serbi Bulan Sya’ban (4);

Sya’ban Sebagai Bulan Ampunan

Keistimewaan ketiga; Sya’ban Sebagai Bulan Ampunan.

Ramadhan adalah rangkain yang sangat panjang. Satu bulan penuh. Sulit bagi seseorang bertahan lama mengarungi Ramadhan yang panjang itu jika pundak dan hati kita dibebani beban yang berat. Banyak orang yang terseok-seok setelah pekan pertama dan bahkan tumbang di pekan ketiga Ramadhan. Apakah beban yang memberatkan ibadah itu?
Share:

Serba Serbi Bulan Sya’ban (3)

Bulan Sya'ban; Laporan Tahunan Catatan Amal

Keistimewaan kedua: Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal. 

Ada tiga waktu dimana amal manusia diangkat dan dilaporkan kepada Allah Ta’ala.

(1) Laporan Harian sebagaimana dalam hadits Muslim, “Amal perbuatan manusia malam hari diangkat dan disetorkan kepadaNya sebelum siang hari, dan amal perbuatan siang hari diangkat dan disetorkan kepadaNya sebelum malam hari tiba.” Secara spesifik, pelaporan ini terjadi pada waktu subuh dan ashar sebagaimana hadits Bukhari Muslim.
Share:

Serba Serbi Bulan Sya’ban (2);

Bulan Sya'ban Bulan yang Dilalaikan

Ada beberapa hal yang membuat Sya’ban begitu istimewa dalam rangkaian syariat kita.

Pertama, Sya’ban adalah bulan yang banyak dilalaikan manusia. Secara umum, beribadah pada saat manusia lain lalai termasuk ibadah yang istimewa. Sebab, ibadah pada saat itu butuh kesabaran, keteguhan dan pengorbanan yang luar biasa. Dalam kaidah disebutkan: al jazaa ala qadri al masyaqqah (balasan disesuaikan tingkat kesulitan).  

Misalnya, infak sebelum Fathu Makkah
Share:

Serba Serbi Bulan Sya’ban (1)

Asal Usul Nama Sya’ban

Secara bahasa Sya’ban berarti bercabang, berpencar. Dalam kaidah nahwiyah, sya’ban adalah isim mudzakar yang tidak bisa ditanwin sebab diakhiri alif dan nun.
Menurut Ibnu Hajar, Bulan Sya’ban disebut sya’ban karena pada bulan tersebut para kabilah Arab saling berpencar untuk mencari air atau untuk melakukan penyerbuan kepada kabilah yang lain.”  Fathul Bari (5/743).

Sementara Ibnu Katsir mengutip perkataan Imam As Sakhawi rahimahullah mengatakan bahwa Sya’ban berasal dari  berpencar atau berpisahnya para kabilah Arab untuk berperang. ” Tafsir Ibn Katsir (4/1655).

Hal ini bisa dipahami sebab
Share:

Malik bin Dinar dan Dunia


Seorang laki-laki terkaya di Bashrah memiliki seorang puteri yang cantik jelita. Berbagai pinangan dari kaum bangsawan dan terpandang berdatangan. Namun, gadis itu selalu menolak. Bahkan laki-laki dari trah ningrat sekelas Bani Hasyim sekalipun ditolaknya. Sang ayah curiga, jangan-jangan anak gadisnya ini terpikat oleh seorang pria biasa, miskin, mantan preman; Malik bin Dinar.
“Apakah engkau menyukai Malik bin Dinar?” tanya sang ayah menyelidik.
“Ya,” gadis itu menjawab pasti. Tanpa ragu. Tanpa spasi.
Sang ayah kemudian mengutus salah satu paman si gadis untuk menemui Malik bin Dinar. 
Setelah sang paman menceritakan perihal kekayaan, kedudukan dan kecantikan si gadis, serta menyebutkan keinginannya untuk dipersunting Malik, Beliau hanya menjawab, “Tidakkah engkau tahu, aku sudah mentalak dunia dengan talak tiga?” (Diadaptasi dari Hilyah Auliya, 3/395)

Share:

Serial Kocak (2) Lihat Pakaianmu

Seorang laki-laki bertanya kepada Abu Hanifah, "Jika aku membuka pakaianku, lalu berendam di sungai, sebaiknya aku menghadap kiblat atau memunggunginya?"
Abu Hanifah menjawab, "Sebaiknya engkau menghadap ke arah pakaianmu agar tidak dicuri orang." (Al Mirah fil Mizah. hlm 43)
Share:

About

About Me

Foto Saya
Kajian Keluarga Muslim diinisiasi untuk memberikan bekal bagi para keluarga muslim agar bisa mejalankan misi berkeluarga sesuai Al-Quran: Selamat dari neraka (At-Tahrim: 6) Masuk surga bersama (Ath-Thur: 21) Melahirkan generasi terbaik (Al-Furqan: 74)