Seorang laki-laki terkaya di Bashrah memiliki seorang
puteri yang cantik jelita. Berbagai pinangan dari kaum bangsawan dan terpandang
berdatangan. Namun, gadis itu selalu menolak. Bahkan laki-laki dari trah
ningrat sekelas Bani Hasyim sekalipun ditolaknya. Sang ayah curiga,
jangan-jangan anak gadisnya ini terpikat oleh seorang pria biasa, miskin,
mantan preman; Malik bin Dinar.
“Apakah engkau menyukai Malik bin Dinar?” tanya sang ayah
menyelidik.
“Ya,” gadis itu menjawab pasti. Tanpa ragu. Tanpa
spasi.
Sang ayah kemudian mengutus salah satu paman si gadis
untuk menemui Malik bin Dinar.
Setelah sang paman menceritakan perihal
kekayaan, kedudukan dan kecantikan si gadis, serta menyebutkan keinginannya
untuk dipersunting Malik, Beliau hanya menjawab, “Tidakkah engkau tahu, aku
sudah mentalak dunia dengan talak tiga?” (Diadaptasi dari Hilyah Auliya,
3/395)






0 #type=(blogger):
Posting Komentar