"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ..."

Serial Kisah Kocak (1); Siapa Yang Mengkhitanmu?

Abdul Aziz bin Marwan adalah seorang yang sering berbuat lahn (kekeliruan dalam berbahasa). Suatu hari, datang kepadanya seorang laki-laki yang mengadukan khatan-nya (khatan berarti menantu). Maka, Abdul Aziz pun berkata, “man khatanaka (siapa yang telah mengkhitanmu)?”

Setengah bingung, laki-laki itu menjawab, “khatanani al-khattan al-ladzi yakhtanu annas (yang mengkhitanku adalah tukang khitan yang biasa mengkhitan orang-orang)!”

Mendengar jawaban itu, Abdul Aziz berkata kepada juru tulisnya, “Sial, apa maksud jawabannya?”
Juru tulisnya tersenyum geli dan kemudian berkata, “Seharusnya anda bertanya ‘man khatanuka’ (siapa menantumu) bukan man khatanaka (siapa yang telah mengkhitanmu)”


Sejak saat itu, ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak keluar rumah sampai ia belajar bahasa Arab dan menguasainya. (Adaptasi dari Buku Umar bin Abdul Aziz, Abdul Sattar Syeikh, hlm. 21)
Share:

Kajian Shalat (1); Kedudukan Shalat dalam Islam

Secara bahasa, shalat berarti doa. Dalam istilah syariat, shalat adalah ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan, yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, dengan cara-cara tertentu.
Sebenarnya, shalat sudah disyariatkan sejak awal masa kenabian. Dahulu, Nabi dan para sahabatnya sering melakukan shalat di rumah atau lereng-lereng bukit kota Mekah. Saat itu, shalat hanya dilakukan dua rakaat di waktu pagi dan dua rakaat di waktu petang. Namun, tidak diketahui secara pasti tatacara shalat pada masa itu.
Share:

Antara Ucapan dan Perbuatan

Abdul Malik bin Marwan pernah berkhutbah pada suatu hari. Ketika ia sampai pada isi petuahnya, tiba-tiba seorang lelaki bangkit dan berkata, "Sebentar, kalian selalu menyuruh namun tidak pernah mengerjakannya. Kalian sering pula melarang, namun kalian sendiri tidak mematuhinya. Apakah kami harus meneladani kepribadian kalian, ataukah harus mengikuti ucapan lidah kalian? Jika kami harus meneladani kepribadian kalian, maka dimana, bagaimana dan apa buktinya? Jika kalian berkata ikutilah ucapan kami, maka bagaimana seseorang yang menipu dirinya sendiri bisa  menasehati orang lain? Bagaimana mungkin ada kewajiban untuk taat kepada pada orang yang tidak dijamin kebenaran kata-katanya?

(Nasihat Al Muluk, Imam Al Mawardi)
Share:

Mengembalikan Izzah Yang Hilang


Potret Keagungan Masa lalu
Ketika kita menelaah kembali lembaran sejarah agama ini, kita akan temukan betapa umat ini pernah berjaya, superior dan disegani umat-umat lain. Tiga potret di bawah ini mungkin tidak bisa mewakili semua kegemilangan kaum muslimin, namun setidaknya memberikan gambaran bahwa umat ini pernah memiliki kebesaran, kemuliaan dan kekuatan yang menciutkan nyali musuh-musuh yang mencoba merongrong eksistensinya.
Kisah pertama, pengusiran Bani Nadhir dari kota Madinah.
Share:

Hakikat Cinta Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam


Di antara nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya adalah Dia mengutus seorang rasul dari golongan mereka sendiri. Rasul yang Allah tugaskan untuk membacakan ayat-ayat Allah, mengajarkan mereka tentang Al-Kitab dan Hikmah. Rasul yang memiliki kasih sayang begitu dalam kepada hamba-hamba Allah. Dialah Rasul kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Share:

About

About Me

Foto Saya
Kajian Keluarga Muslim diinisiasi untuk memberikan bekal bagi para keluarga muslim agar bisa mejalankan misi berkeluarga sesuai Al-Quran: Selamat dari neraka (At-Tahrim: 6) Masuk surga bersama (Ath-Thur: 21) Melahirkan generasi terbaik (Al-Furqan: 74)