"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ..."

Serba Serbi Bulan Sya’ban (1)

Asal Usul Nama Sya’ban

Secara bahasa Sya’ban berarti bercabang, berpencar. Dalam kaidah nahwiyah, sya’ban adalah isim mudzakar yang tidak bisa ditanwin sebab diakhiri alif dan nun.
Menurut Ibnu Hajar, Bulan Sya’ban disebut sya’ban karena pada bulan tersebut para kabilah Arab saling berpencar untuk mencari air atau untuk melakukan penyerbuan kepada kabilah yang lain.”  Fathul Bari (5/743).

Sementara Ibnu Katsir mengutip perkataan Imam As Sakhawi rahimahullah mengatakan bahwa Sya’ban berasal dari  berpencar atau berpisahnya para kabilah Arab untuk berperang. ” Tafsir Ibn Katsir (4/1655).

Hal ini bisa dipahami sebab
bulan sebelumnya adalah Rajab, dimana seluruh aktifitas peperangan dihentikan untuk menghormati keagungan Rajab. Maka, ketika Sya’ban datang, mereka pun segera berpencar untuk mmelakukan serangan.

Uniknya, Al ‘Aini justru mengatakan makna sya’ban adalah berkumpul. Sebab, dari Sya’ban inilah bercabang banyak kebaikan sebagaimana halnya Ramadhan. (Lihat ‘Umdatul Qari, 11/116)
Selain itu, masih ada beberapa pendapat lain. Misalnya, sya’ban berasal dari kata asy-syi’b yang berarti jalan-jalan di lereng gunung, atau, berasal dari asy-sya’b yang berarti perekat, perban yang membalut luka hati-hati manusia. (Lihat kitab Ma Dza Fi Sya’ban, Sayyid Alwi Al Maliki, hlm 5)

Konon, nama Sya’ban ini diberikan oleh kakek moyang Nabi, Kilab bin Murrah pada sekitar abad kelima Masehi. Wallahu a’lam.

(Rumah, Menjelang Ashar, 26/03/2020)
Share:

0 #type=(blogger):

Posting Komentar

About

About Me

Foto Saya
Kajian Keluarga Muslim diinisiasi untuk memberikan bekal bagi para keluarga muslim agar bisa mejalankan misi berkeluarga sesuai Al-Quran: Selamat dari neraka (At-Tahrim: 6) Masuk surga bersama (Ath-Thur: 21) Melahirkan generasi terbaik (Al-Furqan: 74)