"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ..."

Serba Serbi Bulan Sya’ban (4);

Sya’ban Sebagai Bulan Ampunan

Keistimewaan ketiga; Sya’ban Sebagai Bulan Ampunan.

Ramadhan adalah rangkain yang sangat panjang. Satu bulan penuh. Sulit bagi seseorang bertahan lama mengarungi Ramadhan yang panjang itu jika pundak dan hati kita dibebani beban yang berat. Banyak orang yang terseok-seok setelah pekan pertama dan bahkan tumbang di pekan ketiga Ramadhan. Apakah beban yang memberatkan ibadah itu?
Dosa. Lihat QS Al Insyirah ayat 2-3.

Sungguh besar karunia yang Allah berikan kepada orang beriman. Sebelum Ramadhan datang, Allah anugerahkan Sya’ban untuk membersihkan dosa-dosa kita sehingga langkah kita menjadi lebih ringan saat Ramadhan tiba. Secara spesifik, moment itu terjadi pada malam nisfu Sya’ban. Rasulullah bersabda;
يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلاَّ لاثْنَيْنِ: مُشَاحِنٍ، وَقَاتِلِ نَفْسٍ
“Allah Subhanahu wa Ta'ala memandang kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali dua golongan, yaitu musyahin dan pembunuh.” (HR. Ahmad, hadits hasan).
Yang dimaksud musyahin adalah orang yang bermusuhan, atau para pelaku bid’ah yang memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin (Al-Auzai, Syarh Shahih Ibn Hibban)

Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan, “kecuali orang yang musyrik atau musyahin” (HR. Ibnu Majah; sahih) Sementara dalam riwayat Al Baihaqi disebutkan yang tidak mendapat ampunan adalah orang-orang yang menyimpan kedengkian hingga mereka menghapus kedengkiannya. (HR. Al Baihaqi; hasan)

Ampunan akan Allah turunkan malam itu bagi orang-orang yang berharap kepada-Nya dan terbebas dari faktor penghalangnya; syirik, bid’ah, pembunuhan, permusuhan dan kedengkian.

Namun demikian, tidak ada ritual khusus pada malam nisfu sya’ban, apalagi membuat amalan-amalan baru yang tidak disyariatkan. Misalnya shalat khusus nisfu sya’ban atau ritual khusus lainnya. Yang dilakukan sebagian ulama adalah bersungguh-sungguh beribadah pada malam nisfu Sya’ban dengan ibadah-ibadah yang sudah ditetapkan dari Nabi, seperti menghidupkannya dengan shalat malam, dzikir, tilawah dsb. (Lihat Fatwa Ibnu Utsaimin 7/156) Imam Al Auzai juga memakruhkan berkumpulnya orang-orang di masjid untuk shalat atau doa bersama, dan pendapat ini dipilih oleh Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki. (Ma dza fi Sya’ban, hlm 76)
Share:

0 #type=(blogger):

Posting Komentar

About

About Me

Foto Saya
Kajian Keluarga Muslim diinisiasi untuk memberikan bekal bagi para keluarga muslim agar bisa mejalankan misi berkeluarga sesuai Al-Quran: Selamat dari neraka (At-Tahrim: 6) Masuk surga bersama (Ath-Thur: 21) Melahirkan generasi terbaik (Al-Furqan: 74)