"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ..."

Serba Serbi Bulan Sya’ban (2);

Bulan Sya'ban Bulan yang Dilalaikan

Ada beberapa hal yang membuat Sya’ban begitu istimewa dalam rangkaian syariat kita.

Pertama, Sya’ban adalah bulan yang banyak dilalaikan manusia. Secara umum, beribadah pada saat manusia lain lalai termasuk ibadah yang istimewa. Sebab, ibadah pada saat itu butuh kesabaran, keteguhan dan pengorbanan yang luar biasa. Dalam kaidah disebutkan: al jazaa ala qadri al masyaqqah (balasan disesuaikan tingkat kesulitan).  

Misalnya, infak sebelum Fathu Makkah
dengan infak setelah Fathu Makkah berbeda nilainya, karena yang pertama jauh lebih sulit dan memerlukan lebih banyak pengorbanan (lihat QS Al Hadid; 10).
Sebab itulah ketika Nabi ditanya Usamah bin Zaid tentang kebiasaan beliau paling banyak berpuasa sunnah pada bulan Sya’ban, beliau menjawab, “ini adalah bulan yang banyak dilalaikan manusia.” (HR. An Nasa’I dan Ahmad; Hasan)

Demikian pula Muhammad bin Sirin pernah memasuki pasar pada saat tengah hari dengan bertakbir dan bertasbih serta berdzikir kepada Allah. Ketika seorang lelaki bertanya kepadanya, ‘wahai Abu Bakr, anda berdzikir pada siang bolong begini?!’ Ibnu Sirin menjawab, “justru inilah saat-saat lalai.” (Hilyah Al-Auliyâ 2/272)

Lalu, apa balasan bagi orang yang beribadah saat lalai? Setidaknya ada 4 hal; diampuni satu juta kesalahan, diberikan satu juta kebaikan, diangkat satu juta derajat (HR Tirmidzi; Hasan lighairih), dan diberikan pahala 50 orang sahabat (HR. Abu Daud, Tirmidzi; Sahih). 

Share:

0 #type=(blogger):

Posting Komentar

About

About Me

Foto Saya
Kajian Keluarga Muslim diinisiasi untuk memberikan bekal bagi para keluarga muslim agar bisa mejalankan misi berkeluarga sesuai Al-Quran: Selamat dari neraka (At-Tahrim: 6) Masuk surga bersama (Ath-Thur: 21) Melahirkan generasi terbaik (Al-Furqan: 74)